HOW TO STOP TIME????
Entah
ini sudah bulan keberapa. Belakangan saya berpikir untuk berhenti menulis. Tak
ada waktu. Menjadi point penting disini. Well, saya merasa begitu lelah
belakangan ini bahkan untuk sekedar menatap layar laptop untuk mengetikan keluh
kesah. Jika kalian ingin tahu, di belakang laptop saya ini ada jemuran yang
berceceran minta di lipat, tumpukan berkas pekerjaan magang, bahkan remah-remah
roti sisa begadang.
Sometimes i wish i
could just stop time to be able to sleep for however long i wanted. I’m really
really really really really tired......
Terlintas
di pikiran untuk balik lagi ke Pacitan, saya pikir lebih baik hidup di
pegunungan dengan akses yang sulit dan penerangan yang memprihatikan tapi tiap
pagi bisa nge-teh duduk santai di teras, mengobrol bersama, bahkan mengajar
anak-anak menjadi sebuah hal yang menyenangkan. Walaupun sepulang dari kkn Pacitan
menderita trauma berkepanjangan karena hampir saja nyawa melayang. Bayangkan
saja dirimu sudah di tepi jurang, tinggal satu kepal tangan saja. Dan peristiwa
kecelakaan yang terkadang masih membuat tremor ketika naik motor dan bekas luka
yang tak kunjung hilang sampai saat ini. Itu bukan pengalaman bagus untuk di
ceritakan.
Jenuh.
Mungkin itu salah satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan saya saat
ini. Walaupun saya masih waras untuk tidak bunuh diri. Jujur saja saya bukan
tahan tekanan. Magang salah satu tekanan
terberat saya saat ini. Saya tidak dapat menceritakan lebih banyak karena
menyakut instansi.
“Saya
butuh waktu yang lebih untuk diri saya sendiri....”
Hati
saya belakangan menjadi keras. Saya mulai susah di ajak ngomong. Saya mulai
tidak sesabar dulu lagi. Saya mulai berpikir egois. Berpikir meninggalkan
teman-teman saya (Well, kalaupun mereka masih bisa di sebut teman). Terkadang saya
membenci diri saya sendiri karena bisa membaca orang-orang, saya jadi tahu
apakah ia berbohong, apakah ia malas berbicara dengan saya, apakah ia tidak
suka dengan saya, apakah mereka merendahkan saya atau mereka hanya berpura-pura
manis saja. Saya lelah bersosialisasi. Saya lelah menjadi orang dungu, yang
pura-pura tidak tahu.
“Sometimes i feel little sad about i’m always different
from other. That’s not bad thing, but it always make me feeling lonely”

Komentar
Posting Komentar