Surat Untuk Anaku Nanti...



Seandainya nanti seorang anak lahir dari rahimku.....nanti dan pasti.

Ibumu ini bukan orang yang pandai bersyukur,nak. Mungkin ibumu ini akan protes kepada Tuhan, bagaimana bisa DIA mempercayakan sebuah nyawa di dalam perutku yang sempit ini. Bahkan aku makan bakso ditambah batagor saja rasanya sudah seperti mau meledak. Apa kau nyaman disana,nak? Bahkan aku tak bisa membayangkan ada dirimu disana (nunjuk perut) bernafas dan jantungmu terus bertedak. Atau mungkin di suatu kondisi aku tidak mensyukurimu hadir ke dunia, kurasa hal itu tidak akan terjadi, tenanglah,nak! Ibumu ini seseorang yang penyayang, ibu suka merawat kucing, bahkan waktu kecil ibu suka memelihara bekicot, bekicot yang sudah punya rumah sejak lahir saja ibu buatkan rumah lagi, sampai suatu hari rumah itu menimpa rumah (asli) bekicot....sudahlah kurasa itu bukan hal yang bagus untuk diceritakan.

Ibumu adalah wanita yang ceroboh,nak. Mungkin saja suatu hari nanti ketika kau bayi, ibumu lupa menaruhmu di keranjang belanjaan. Hal itu sangat mungkin terjadi sekali mengingat aku sering lupa menaruh HP. Namun untuk menanggulaninya dan mengantisipasinya, ibumu akan mencari ayah yang pintar menjagamu , selalu mengingatkan dan perhatian, jadi dirimu tidak akan tertinggal di keranjang belanjaan.

Ibumu orang yang polos dan lugu (dilarang muntah).Ketahuilah nak ketika ibu menulis kalimat itu, banyak suara-suara sumbang tak setuju, tapi jangan dihiraukan. Karena terlalu polos bisa saja aku mengira dirimu adalah timbunan lemak di perut sehingga perutku jadi buncit, atau bahkan aku mengira diriku terkena busung lapar karena yang membengkak cuma bagian perut. Ibumu ini antara polos dan bego.

Ibumu ini panikan sekaligus berwajah datar. Artinya didalam hati panik tapi bingung mau ngapain alhasil cuma bengong. Suatu hari nanti sangat amat mungkin terjadi situasi dimana kau jatuh dari sepeda sampai lututmu berdarah dan ibumu hanya lari mengahampirimu dan langsung memelukmu dengan muka tenang setenang mungkin, ibumu tidak berpikir mencari obat merah dan menyembuhkan lukamu. Entahlah sekali lagi panik, wajah datar dengan bego beda tipis.

          Jika nanti kau nakal, tak apa asal nakal dalam batas wajar.... karena tokoh-tokoh yang ada di novel yang sering ibu baca anak nakal terlihat keren jika nakalnya dalam kebaikan dan membuat hidup lebih berwarna. Selain itu ibumu ini calon guru BK jadi tak usah khawatir kau banyak masalah, ceritakan pada ibumu. Meski nanti aku berfikir menjadi wanita karier entah menjadi guru entah pekerja seni atau mungkin wartawan, jangan takut aku tak akan menggendongmu sambil mengejar berita seperti peminta-minta yang bekerja sambil menggendong anaknya.

          Jika kamu dewasa nanti tak usah minder dengan kekuranganmu, ibu yakin banyak kelebihan yang bisa ibu turunkan padamu, bukan kecantikan atau ketampanan akan tetapi budi pekerti yang baik dan keimanan kepada Sang Pencipta. Mungkin nanti kau bisa menggambar mengingat seluruh keturunan keluarga ibumu adalah seniman. Mungkin kau nanti punya “kemampuan” yang lebih dari yang lain seperti kakek buyutmu, tolong jangan ceritakan hal-hal yang menakutkan, karena sebetulnya ibumu ini penakut.

          Jika nanti ibumu ini cerewet ketahuilah bahwa sebenarnya itu bentuk perhatian dariku,nak. Ibumu ini banyak kekurangan, tak bisa memasak, tak apa banyak warung di sebelah  rumah atau ada delivery order. Jika kau suka masakan rumahan, ibu bisa apa? Mungkin ibu nanti akan belajar mulai dari masak air, tapi entahlah sepertinya ibumu memang tak berbakat memasak, jika kau memaksa nanti lebih baik cari ayah yang koki saja. Ibumu juga tak bisa mendongengkan saat kau akan tidur, walaupun aku senang bercerita(dibaca:nge-gosip) namun aku tak pandai mendongeng, jadi aku akan meminumimu obat tidur....hahahaha, tidak tidak aku tak setega itu. Apa perlu aku mencari ayah yang pandai mendongeng dan memasak? Kurasa sulit,nak! Apalagi kau minta yang tampan, tinggi, putih, itu lebih mustahil. Soal itu kau hanya harus bersyukur dan menerimanya dengan pasrah, jangan sedih setidaknya kau punya modal mata sipit dari ibumu, yang walaupun itu tidak bisa dibilang membanggakan.

          Intinya jika waktunya nanti kau lahir ke dunia ini, satu pesan dari ibu “Hiduplah dengan bahagia, tak usah banyak harta dan banyak gaya. Bernafas, beribadah, makan, tidur, dan berkawan, itu sudah cukup.”



Behind The Scene

Hay hay hay! Pasti kaget gue posting kaya gini, apa mimin mau punya anak? Kagak, adminnya baru ketemu bayi lucu, lucu kali ya mbayangin gue punya anak nanti.

Kayaknya seru punya anak yang lucu, jalan-jalan satu keluarga dan anak gue di gendong bapaknya, sumpah cewek-cewek bakal meleleh sambil gigit jari setangan-tangannya. Bagi kita perempuan ngeliat cowok gendong bayi itu keren banget(tergantung tampang juga sih). 

Oke...oke...stop berimajinasi!!!! Punya pacar aja kagak punya apalagi punya anak...impossible...impossible...impossibleeee....

Mungkin dari cerita di atas, gue bukan istri dan ibu idaman ya? *nangis gulung-gulung*

Sampai detik ini gue masih mikir betapa susahnya punya anak, karena gue liat orang tuaku hampir mau menjambaki rambutnya sendiri membesarkan anak bandel kaya admin.


Komentar

Postingan Populer